Berita

Pelaksanaan Koordinasi Kesiapan Pengamanan Pemilukada 2015 Kabupaten Bantul.

Rabu Legi, 5 Agustus 2015 14:31 WIB 862

foto

Menghadapi Pelaksanaan Pemilukada 2015 Kabupaten Bantul, Satuan Polisi Pamong Praja mengadakan Rapat Koordinasi terkait dengan pengamanan pelaksanaan Pemilukada bertempat di Gedung Induk Lantai III Komplek Parasamya, hari ini Rabu, 05 Agustus 2015.

Pada acara ini dihadiri oleh Ketua KPU kabupaten Bantul, Didik Joko N, Kasat Bimas Polres Bantul, AKP. B. Muryanto beserta jajarannya, dan seluruh jajaran dari Satpol PP Kab. Bantul.

Dalam pembukaannya Kasat Pol PP Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, SIP, MH, menjelaskan tentang proses atau tahapan pemilukada yang sangat memerlukan pengamanan baik dari jajaran Satpol PP, maupun TNI/Polri.

Lebih terinci lagi, Didik Joko N, dari KPU Bantul juga menberikan penjelasan tentang tahapan Pemilukada 2015. Beliau juga menyampaikan bahwa leading sektor pengamanan dari Satpol PP Bantul.  Harapannya, jajaran Satpol PP juga berperan memberikan informasi kepada masyarakat tentang tahapan pemilukada. Sampai hari ini tahapan pemilukada sampai dengan  proses pemuthakhiran data pemilih yang dilaksanakan oleh 1.786 petugas pendata. Basis yang digunakan adalah administrasi bukan berbasis domisili namun bagi warga yang berdomisili lebih dari 6 bulan sebelum penetapan DPS (  2 Maret 2015) bisa menjadi pemilih.

Dalam kesempatan ini,  AKP.B.Muryanto selaku Kasat Bimas Polres Bantul menyampaikan penjelasan berkaitan dengan pengamanan Pemilukada 2015. Beliau juga mengajak agar kita dapat memberikan pencerahan kepada warga masyarakat yang mempunyai hak pilih untuk tidak golput. Sarana prasarana yang difasilitasi KPU sudah tertata dengan baik. Berkait dengan pengamanan maka Polres akan membaur dengan jajaran Satpol PP dan Kodim yang juga akan di back up dari Poltabes  Kota Yogyakarta dan Polres Kulonprogo. Beliau juga menghimbau agar berhati-hati dengan ajakan lewat ponsel yang berisi tentang ajakan dengan kompensasi tertentu yang tentunya itu tidak benar.  Namun yang perlu diwaspadai adalah terjadinya gesekan berkaitan dengan alat peraga kampanye jadi hal ini perlu di  antisipasi dan pemasangan alat peraga kampanye agar diperhatikan sehingga tidak membahayakan.

Tidak lupa mengingatkan bahwa kita sebagai anggota TNI/Polri dan PNS harus menjaga netralitas tidak mendukung salah satu calon.

Akhirnya semoga pelaksanaan Pemilukada dapat berjalan lancar dan kondusif menuju Bantul Projotamansari  yang Demokratis dan Agamis.