Berita

Pelanggar Perda disidangkan di Pengadilan Negeri Bantul.

Senin Legi, 7 Juni 2010 11:14 WIB 691

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banrtul kembali menyidangkan pelanggar Peraturan Daerah yang terjaring Operasi yustisi tanggal 31 Maret 2010 dan 6 April 2010 di Pengadilan Negeri Bantul, Kamis 22 April 2010 Pukul 09.00 WIB. 8 Pelanggar Perda yang diajukan ke Meja Hijau karena mereka melanggar Perda Kabupaten Bantul Nomor 15 Tahun 2001 tentang Retribusi Ijin Gangguan (RIG), Perda Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Pergudangan di Kabupaten Bantul dan Perda Provinsi DIY Nomor 3 tahun 1994 tentang Usaha Penambangan bahan galian Golongan C. Di Pengadilan Negeri Bantul Hakim Arif Boediono SH dengan Panitera Pengganti Sapdani Sasmita SH memanggil satu persatu pelanggar Perda untuk dimintai keterangan tentang berkas yang dikirimkan Sat Pol PP Bantul, dan setelah para pelanggar Perda mengakui yang telah dilakukan dan mereka bersedia untuk segera mengurus perijinan yang berlaku, mereka diberikan sanksi denda yang bervariasi antara Rp 300.000,- sampai dengan 1 juta rupiah. Plh Kasi Penyidikan dan Penindakan Y Sunarno menambahkan, bahwa mereka yang terjaring operasi yustisi Perda nomor 15 Tahun 2001 tentang RIG biasanya karena perusahan cabang, sedangkan perusahaan induknya ada diluar Bantul. Seharusnya walaupun perusahaan cabang maupun induk yang tempatnya tidak menjadi satu harus mempunyai ijin sendiri sendiri. Naskah ini diterbitkan pada Sabtu Pahing, 24 Apr 2010 08:21 WIB