Berita

PENERTIBAN PENAMBANGAN PASIR DI BAWAH JEMBATAN SRANDAKAN

Sabtu Pon, 19 Juni 2010 07:37 WIB 668

Menindaklanjuti laporan warga diseputar jembatan penyeberangan Srandakan yang ditujukan ke Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul, Kamis 3 Juni 2010 tentang semakin maraknya penambangan pasir dizona larangan. Puluhan Petugas Sat Pol PP Bantul yang dipimpin Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Daerah L. Wahyu Priyanto, SH dan Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Suparmadi, S.IP beserta beberapa petugas dari Dinas Sumber Daya Air mendatangi kawasan tambang pasir diselatan jembatan penyeberangan Srandakan, Jum’at 4 Juni 2010 Pukul 08.00 WIB. Ditempat itu petugas menemukan puluhan kelompok penambang pasir yang sengaja menggali dibawah Ground Sill Jembatan, bahkan ada 2 kelompok penambang yang dengan sengaja menggunakan alat penyedot pasir. Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Sat Pol PP Bantul Toto Pamudji Raharjo Aks mengatakan bahwa kegiatan para penambang ini jelas jelas melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 16 Tahun 2003 tentang Pengamanan Pasir, Kerikil dan Batu dilingkungan sungai dan pesisir, yang disalah satu pasalnya menjelaskan 500m kehulu dan 1000m kehilir dari bangunan vital Pemerintah dilarang ditambang. Padahal kegiatan penambangan mereka hanya berjarak kurang lebih 100m dari jembatan. Untuk selanjutnya 2 alat penyedot pasir yang digunakan para penambang diamankan petugas sebagai Barang Bukti dan dalam waktu secepatnya pemilik alat penyedot pasir, Pimpinan kelompok penambang, Camat, Lurah, Dukuh seputar wilayah penambangan serta Pimpinan Dinas Sumber Daya Air Bantul akan diajak berkoordinasi di Sat Pol PP Bantul membicarakan langkah penanganan penambangan pasir di zona larangan diwilayah Kecamatan Srandakan.