Berita

PENERTIBAN PSK DI KAWASAN CEPURI PARANGKUSUMO

Selasa Kliwon, 4 Juli 2017 12:50 WIB 837

foto

Pada hari Senin tanggal 03 Juli 2017 dilakukan Penertiban Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Larangan Pelacuran Di Kabupaten Bantul dan dilaksanakan di wilayah Cepuri Parangkusumo Kretek Bantul oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul, kegiatan dilakukan karena bertepatan dengan malam Selasa Kliwon yang dimana banyak PSK dan lelaki hidung belang melakukan transaksi di kawasan Cepuri, kegiatan dipimpin langsung Sekretaris Satpol PP Kab. Bantul R. Jati Bayubroto, SH, M.Hum bersama Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum Anton Vektori, S.STP, M.Eng. Kegiatan di Ikuti 25 Personil Satpol PP dan Satgas Trantib Satpol PP Parangtritis yang sejak sore hari sudah melakukan pengamanan dan pensterilan kawasan Cepuri Parangkusumo agar para PSK tidak mangkal dan melakukan transaksi di dalam kawasan Cepuri.

 

Penertiban PSK di kawasan Cepuri Parangkusumo Kretek Bantul ini dilaksanakan dengan cara Represif Non Yustisia yaitu dengan memberikan teguran dan peringatan kepada para PSK yang mangkal di kawasan Cepuri Parangkusumo yang jumlahnya tidak kurang dari 150 orang.  Cara penertiban Represif Non Yustisia ini dilaksanakan untuk memberikan teguran secara lisan terlebih dahulu kepada para PSK dan diharapkan para PSK sudah memahami aturan dan dapat mengindahkan teguran yang sudah diberikan oleh petugas,  Satgas Trantib melakukan penjagaan di setiap pintu-pintu masuk Cepuri untuk memberikan teguran kepada para PSK untuk tidak mangkal di dalam kawasan Cepuri dan memberikan himbauan sebelum nantinya akan dilaksanakan Represif Pro Yustisia dengan cara disidangkan ke Pengadilan jika nantinya masih ada PSK yang tetap mangkal di wilayah Cepuri Parangkusumo.

 

Dalam kegiatan penertiban yang dilakukan ini para PSK bersedia menerima teguran dari petugas dan mereka hanya mangkal dan melakukan transaksi dengan para lekaki hidung belang diluar kawasan Cepuri. Kegiatan ini akan terus dan rutin dilakukan untuk meminimalisir PSK yang berada di kawasan Parangksumo serta untuk menjaga kesakralan dari Cepuri itu sendiri. Selanjutnya kegiatan ini akan di evaluasi dan akan dilihat hasil dari kegiatan penertiban dengan cara Represif Non Yustisia sebelum nantinya akan dilakukan penertiban dengan cara Represif  Pro Yustisia.