Berita

Satpol PP Bantul simpan 90 Pistol

Senin Kliwon, 26 Juli 2010 12:20 WIB 706

Komandan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul Drs. Kandiawan, NA.MM mengatakan, wacana anggota Satpol PP diberi senjata(pistol) seperti yang saat ini menjadi perbincangan banyak pihak, hendaknya harus melihat situasi dan kondisi(sikon) daerah tersebut. Bagi daerah yang gesekannya besar seperti Jakarta, Sidoarjo, Makassar dan beberapa daerah yang sering rusuh, senjata itu diperlukan. Sedangkan untuk daerah yang relative landai dan aman seperti wilayah Kabupaten Bantul, pemberan senjata tidak perlu dilakukan. Penilaian perlu dan tidaknya dipersenjatai itu tergantung dari Kepala Daerah masing masing dan melihat tingkat kepercayaan masyarakat (trust) kepada Pemerintah Daerahnya. “Saya menilai, kalau untuk daerah yang rawan konflik dan banyak terjadi gesekan, perlu diberi senjata. Sehingga meningkatkan kewibawaan dan nilai tawar dari Satpol PP tersebut,” kata Komandan Sat Pol PP Bantul di Ruang kerjanya, Senin 12 juli 2010. Dikatakan, pemberian senjata tidak kepada setiap anggota tapi hanya diberikan kepada mereka yang telah lulus berbagai tes seperti psikologi atau kecakapan menggunakan senjata. Sebab sejatinya, Satpol PP menggunakan pistol, bukan hal yang baru. Sebelum lahirnya KUHP tahun 1988, semua anggota Satpol PP menggunakan pistol sebagai senjata. Bahkan hingga anggota Satpol PP ditingkat Kecamatan, Camat dan Mantri Kecamatan juga diberikan senjata api untuk pengaman diri. Bahkan hingga saat ini pistol peninggalan anggota Satpol PP berjumlah 90 pucuk masih tersimpan rapi di brankas Satpol PP Bantul. Tiap pistol dirawat dengan baik , dibungkus dengan plastic dan selalu dicek secara berkala . Pistol tersebut masih aktif dan penyimpanannya itu telh mengantongi ijin dari Gubernur DIY. “Sehingga jika pihak kepolisian meminta pistol ini tidak kami serahkan. Pistol itu berjenis SW, revolver, colt caliber 38. Senjata tersebut saat ini menjadi senjata standard TNI/Polri,”kata Kandiawan. (dikutib dari Bernas 13 juli 2010)