Berita

Satpol PP Bantul tolak dipersenjatai

Senin Kliwon, 26 Juli 2010 12:21 WIB 543

Terkait imbauan untuk melengkapi persenjataan kepada Satuan Polisi Pamong Praja, jajaran Satpol PP Bantul menolak dan tidak akan mempersenjatai anggotanya. Bahkan sebanyak 90 pucuk senjata api jenis revolver caliber 38 koleksinya tidak akan digunakan dan tetap akan disimpan sebagai inventaris. Komandan Satpol PP Bantul Drs. Kandiawan, NA.MM mengatakan, penolakan dilakukan Sat Pol PP Bantul karena dalam melakukan penindakan terhadap planggaran Perda dilakukan dengan pendekatan persuasive. Disisi lain Kabuapten Bantul cenderung kondusif sehingga senjata api tidak terlalu penting untuk menunjang kinerjanya. “Kondisi di Bantul tidak seperti wilayah diluar Bantul yang banyak gesekan maupun konflik. Sehingga senjata api kita anggap tidak perlu, cukup menggunakan rotan untuk pengaman bila terjaadi kerusuhan,”ujar Komandan Sat Pol PP Bantul senin 12 Juli 2010. Dengan alasan tersebut meski Pemerintah dalam PP No. 26 Tahun 2010 menginstrusikan agar Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mempersenjatai diri sebagai alat pelindung, tetapi Sat Pol PP Bantul tidak akan menggunakan senjata api. Karena kondisi masyarakat yang mudah untuk diajak bernegosiasi dapat dilakukan dengan jalan musyawarah dan tanpa kekerasan. “Dari total 85 anggota Satpol PP Bantul bila akan dipersenjatai, senjatannya masih sisa. Tetapi Sat Pol PP Bantul belum perlu untuk memakai senjata. Kekerasan bukan jalan terbaik dalam penyelesaian, makanya kita selalu kedepankan musyawarah,”tegas Kandiawan. (Dikutip dari Merapi 13 Juli 2010)